Ketua TP Posyandu Kabupaten Bantul Pimpin Persiapan Lomba DIY, Dinas PMK dan TAPM Lakukan Fasilitasi Total
Bantul — Ketua TP Posyandu Kabupaten Bantul, Emi Masruroh, memimpin langsung sinergi lintas sektor bersama Dinas PMK serta TAPM Kabupaten Bantul dalam mempersiapkan Posyandu Tirtohargo menghadapi Lomba Posyandu 6 SPM tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Upaya tersebut diwujudkan melalui serangkaian kegiatan fasilitasi persiapan mencakup penguatan substansi, kelengkapan administrasi, hingga simulasi paparan guna memastikan kesiapan optimal sebelum memasuki tahapan penilaian.
Berdasarkan hasil verifikasi dokumen awal, TP Posyandu Tirtohargo yang mewakili Kabupaten Bantul berhasil meraih nilai tertinggi, mengungguli perwakilan dari Kabupaten Gunungkidul dan Sleman. Capaian ini menjadi indikator awal kuatnya kesiapan Bantul dalam kompetisi yang berfokus pada kualitas layanan dasar tersebut.
Pada Rabu, 1 April 2026, tim melanjutkan ke sesi paparan dan tanya jawab di hadapan dewan juri. Proses ini berlangsung lancar, dengan seluruh pertanyaan yang diajukan mampu dijawab secara komprehensif, mencerminkan penguasaan materi serta implementasi Posyandu 6 SPM yang matang di wilayah Tirtohargo.
Peran TAPM PIC bersama Pendamping Desa juga menjadi faktor penting dalam keseluruhan proses. Pendampingan dilakukan secara intensif sejak tahap persiapan hingga penilaian, mengingat lomba ini berkaitan erat dengan layanan sosial dasar masyarakat, termasuk program konvergensi penanggulangan stunting yang menjadi salah satu indikator utama.
Kepala Dinas PMK Kabupaten Bantul, Afif Uma Hatun, juga memiliki peran strategis dalam mengoordinasikan dukungan lintas sektor serta memastikan kesiapan teknis dan administratif berjalan optimal. Ia mendorong penguatan kolaborasi antara OPD, TAPM, dan pemerintah kalurahan agar seluruh indikator penilaian dapat dipenuhi secara menyeluruh.
Emi Masruroh menegaskan pentingnya konsistensi pendampingan hingga tahap akhir. Ia berharap DPMK, TAPM dan pendamping desa terus memberikan fasilitasi maksimal agar Kabupaten Bantul mampu melaju ke tingkat nasional sebagai wakil DIY.
Sebagai tindak lanjut, tim fasilitator akan melakukan verifikasi dan inventarisasi dokumen secara lebih mendalam serta menyiapkan kondisi lapangan menjelang tahap verifikasi lapangan oleh dewan juri. Tahap ini memiliki bobot penilaian terbesar, yakni mencapai 50 persen dari total nilai.
Dengan capaian awal yang positif serta sinergi lintas sektor yang solid, Kabupaten Bantul optimistis dapat mempertahankan performa dan meraih hasil terbaik dalam ajang tersebut.
Menginspirasi sekali
BalasHapusAyo nulis
Hapus