TAPM Bantul Dorong Percepatan Pemeringkatan BUMDes Se Kapanewon Banguntapan
BANTUL — Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bantul menggelar bimbingan teknis (bimtek) pemeringkatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bagi seluruh kalurahan di Kapanewon Banguntapan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Pemerintah Kapanewon Banguntapan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan kinerja BUMDes secara terukur dan berkelanjutan.
Bimtek tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan setiap BUMDes mampu memenuhi indikator pemeringkatan yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempercepat proses verifikasi dan validasi data BUMDes yang menjadi dasar penilaian di tingkat kabupaten.
Hingga saat ini, progres pemeringkatan menunjukkan capaian yang mulai bergerak. Tercatat satu BUMDes telah berhasil diverifikasi di tingkat kapanewon dan telah diajukan (submit) ke tingkat kabupaten. Sementara itu, enam BUMDes lainnya masih dalam tahap proses pemenuhan dokumen dan penilaian.
Di sisi lain, terdapat satu BUMDes yang telah sampai pada tahap pengunggahan (upload) dokumen, namun masih memerlukan penyempurnaan agar dapat segera melanjutkan ke tahap berikutnya. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat batas waktu penyelesaian pemeringkatan yang semakin dekat.
TAPM Kabupaten Bantul menekankan pentingnya peran aktif pendamping desa dalam mengawal proses ini. Pendamping diharapkan segera melakukan fasilitasi lanjutan, khususnya dalam memastikan kelengkapan dan ketepatan unggah dokumen agar tidak menghambat proses penilaian.
“Percepatan ini menjadi kunci, karena pemeringkatan BUMDes tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mencerminkan kualitas tata kelola dan keberlanjutan usaha desa,” demikian disampaikan Yuni Lestari selaku Korwil dalam forum bimtek.
Pemerintah Kapanewon Banguntapan bersama TAPM berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif hingga seluruh BUMDes dapat menyelesaikan proses pemeringkatan tepat waktu. Langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas ekonomi desa sekaligus memperkuat posisi BUMDes sebagai motor penggerak perekonomian lokal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar