Rabu, 22 April 2026

Dengan  Semangat Swadaya, TPP Bantul Bergerak Mandiri Kawal Ketahanan Pangan Melalui Kegiatan Monev ke seluruh Bumkal Se Kabupaten Bantul”


BANTUL — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) se-Kabupaten Bantul menggelar rapat koordinasi pada Jumat, 17 Maret 2026, bertempat di Kantor Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya mandiri oleh TPP sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kualitas pendampingan di tingkat desa.

Agenda utama rapat membahas rencana monitoring ketahanan pangan yang akan dilakukan di seluruh Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) di Kabupaten Bantul. Upaya ini dipandang penting untuk memastikan program ketahanan pangan desa berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Koordinator Provinsi (Korprov) DIY, Murtodho, S.H., M.P.M., yang memberikan arahan strategis kepada seluruh peserta. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa pelaksanaan tugas pendampingan harus mengacu pada Permendesa Nomor 294 Tahun 2025.

Ia menjelaskan, fungsi utama TPP mencakup tiga peran penting, yakni advokasi, asistensi, dan fasilitasi yang dilakukan secara berjenjang. “Pendamping harus mampu menjembatani kebijakan dengan kebutuhan di lapangan, sekaligus memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Selain itu, optimalisasi media informasi juga menjadi salah satu poin pembahasan. Media sosial dan platform digital dinilai penting sebagai sarana dokumentasi dan publikasi progres pendampingan. Dengan pengelolaan yang baik, media ini dapat meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat akuntabilitas kinerja TPP.

Rapat koordinasi ini juga menekankan pentingnya sinergi dalam penyusunan laporan. Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) diharapkan dapat menyusun laporan secara sistematis sebagai bahan pendukung laporan triwulanan yang disusun oleh Tenaga Ahli (TA) Kabupaten.

Melalui kegiatan ini, TPP Kabupaten Bantul menunjukkan inisiatif dan tanggung jawab profesional dalam menjalankan peran pendampingan. Penguatan koordinasi dan kesadaran kolektif menjadi modal utama dalam mendorong keberhasilan program ketahanan pangan desa secara berkelanjutan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar