Rabu, 22 April 2026

Gerak Senyap TPP Bantul: 

Pelaksanaan Monev Ketahanan Pangan Digelar Mandiri

BANTUL — Tenaga Pendamping Profesional (TPP) se-Kabupaten Bantul menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ketahanan pangan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) di seluruh wilayah kabupaten. Kegiatan ini berlangsung mulai 20 April hingga 7 Mei 2026 dan dilaksanakan secara mandiri, tanpa bergantung pada dukungan anggaran.

Langkah tersebut menjadi cerminan komitmen dan tanggung jawab TPP dalam memastikan program ketahanan pangan desa berjalan optimal. Di tengah keterbatasan, para pendamping tetap menginisiasi gerakan kolektif untuk melakukan pemantauan langsung ke lapangan.

Pelaksanaan monev dikoordinasikan oleh Tenaga Ahli (TA) Kabupaten Bantul dengan pembagian lima wilayah kerja. Skema ini diterapkan untuk memastikan efektivitas jangkauan dan kedalaman pemantauan di masing-masing kalurahan.



Kegiatan ini tidak dilakukan secara sendiri. TPP bersinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten bantul, serta melibatkan Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD). Kolaborasi ini menjadi penting untuk menghadirkan penilaian yang komprehensif terhadap kinerja Bumkal dalam mengelola usaha ketahanan pangan.

Dalam pelaksanaannya, monev mengacu pada indikator yang telah ditetapkan sebagai alat ukur kinerja. Indikator tersebut digunakan untuk menilai sejauh mana efektivitas pengelolaan usaha, keberlanjutan program, serta dampaknya terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat desa.

Selain sebagai alat evaluasi, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi pengelola Bumkal untuk mengidentifikasi tantangan di lapangan sekaligus merumuskan langkah perbaikan ke depan. TPP diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu mendorong penguatan kapasitas kelembagaan Bumkal.

Melalui monev ini, TPP Kabupaten Bantul menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pendampingan desa. Upaya mandiri yang dilakukan menjadi sinyal kuat bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak semata ditentukan oleh dukungan anggaran, melainkan juga oleh komitmen dan kerja nyata di lapangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar