Pleret, Bantul — Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan beras dan sayuran, tetapi juga kemampuan daerah menyediakan sumber protein hewani bagi masyarakat. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan adalah ternak domba lokal.
Kabupaten Bantul memiliki potensi peternakan kambing dan domba yang cukup besar. Namun, kebutuhan daging kambing dan domba untuk pasar lokal, termasuk kuliner khas seperti sate klathak, masih jauh lebih tinggi dibandingkan pasokan dari peternak lokal. Kondisi ini menjadi peluang bagi BUMKal Pleret untuk mengambil peran dalam memperkuat produksi ternak sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di wilayah Pleret telah tumbuh kelompok peternak seperti Kelompok Ndrebolo di Keputren dan Kandang Ternak Barokah. Keberadaan kelompok tersebut menjadi modal penting untuk membangun ekosistem peternakan yang lebih terarah. BUMKal dapat berperan sebagai penggerak melalui penyediaan bibit, penguatan pakan, pendampingan peternak, hingga pemasaran hasil ternak.
Pengembangan domba juga memiliki peluang ekonomi yang menarik. Selain dijual untuk kebutuhan daging, domba dapat dikembangkan melalui sistem pembibitan dan penggemukan. Limbah ternak dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik, sehingga menciptakan pola usaha yang lebih berkelanjutan dan saling terhubung dengan sektor pertanian.
Ke depan, BUMKal Pleret dapat membangun kemitraan dengan rumah makan, pedagang daging, pasar tradisional, dan pelaku usaha kuliner untuk menciptakan pasar domba lokal yang lebih pasti. Dengan pemasaran yang terorganisasi, peternak tidak hanya bergantung pada tengkulak dan dapat memperoleh posisi tawar yang lebih baik.
Pengembangan ternak domba lokal pada akhirnya bukan sekadar kegiatan beternak. Jika dikelola secara kelembagaan, usaha ini dapat menjadi sumber pangan bergizi, lapangan kerja, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Pleret.
Dari kandang desa menuju pasar lokal: domba Pleret berpeluang menjadi salah satu kekuatan baru ketahanan pangan dan ekonomi Bantul.
Kontributor M. Thonthowi
0 Komentar