Rapat Koordinasi Bumkal Global Ngesti Mandiri percepat pelaksanaan Unit Usaha Ketahanan Pangan

Ngestiharjo, 28 Juli 2026 – Pemerintah Kalurahan Ngestiharjo sukses memfasilitasi Rapat Koordinasi (Rakor) pelaksanaan program ketahanan pangan yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Global Ngesti Mandiri. Pertemuan strategis ini berlangsung pada Selasa, 28 Juli 2026, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Direktur Bumkal "Zainal" langsung memimpin rapat koordinasi dan memaparkan kendala-kendala teknis yang dihadapi saat ini. Fokus utama pembahasan adalah pemantapan tata kelola dan operasional tiga unit usaha baru dengan total investasi menyentuh angka Rp450.000.000 agar nantinya bisa segera tereksekusi kegiatan tersebut.

Dalam memperkuat ketahanan pangan yang ada di Kalurahan Ngestiharjo, Bumkal Global Ngesti Mandiri mendapatkan alokasi penyertaan modal dari Pemerintah Kalurahan yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 anggaran besar untuk tiga sektor usaha berikut:

  • Produksi Frozen Lele: Menyerap anggaran terbesar senilai Rp225.000.000,0.
  • Penggemukan Domba: Menggunakan alokasi dana sebesar Rp151.000.000,0.
  • Peternakan Mentok: Memanfaatkan plot anggaran sebesar Rp74.000.000,0.

Rapat koordinasi kali ini menggarisbawahi tantangan internal Bumkal. Mengingat struktur pengurus Bumkal masih berstatus baru, forum menyepakati perlunya penguatan kelembagaan yang intensif. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi agenda mendesak agar pengelolaan aset dan keuangan berjalan profesional.

Ulu-ulu Kalurahan Ngestiharjo menegaskan pentingnya keterpaduan langkah antara pengelola usaha dan pihak pemerintah. "Kami berharap pengurus baru Bumkal segera beradaptasi. Seluruh unit usaha, mulai dari lele hingga peternakan, harus sinkron dan berjalan seiring dengan arah program jangka panjang Pemerintah Kalurahan," ujarnya di sela-sela rapat.

Hadir secara langsung dalam kegiatan ini antara Direktur Bumkal, Ketua Bamuskal, Ulu-ulu, serta Tenaga Pendamping Profesional (TPP).

Ketua Bamuskal Ngestiharjo, Bambang, menyambut baik langkah awal ini namun memberikan catatan penting terkait kesiapan teknis di lapangan. "Sebagai fungsi pengawasan, kami menekankan agar penguatan kelembagaan dan SDM dikebut. Bumkal harus bergerak cepat namun tetap akuntabel. Kami merekomendasikan pengurus untuk fokus pada sektor yang paling siap," tegas Bambang.

Menindaklanjuti arahan tersebut, rapat koordinasi melahirkan rekomendasi taktis. Pengurus Bumkal diinstruksikan untuk segera menggelar rapat internal bersama Pengawas dan Penasehat.

Agenda terdekat dari rapat internal tersebut adalah menyusun Rencana Kerja (Renja) yang matang. Unit usaha peternakan entok menjadi prioritas utama akselerasi karena dinilai paling siap dari segi ketersediaan lahan maupun teknis operasional di lapangan. Melalui langkah cepat ini, Bumkal diharapkan bisa langsung menghasilkan kontribusi nyata dalam waktu dekat.


 

Posting Komentar

0 Komentar