Sabtu, 23 Mei 2026

Panen Perdana HORTIKULTURA Program Katahanan Pangan Bumkal Ringinharjo Daya Mandiri

 

RINGINHARJO, 22 Mei 2026 – Bumkal Ringinharjo Daya Mandiri menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi desa melalui pengelolaan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp266.000.000. Langkah taktis ini diperkuat melalui sinergi internal pemerintahan desa pada agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) lapangan yang dihadiri langsung oleh Lurah Ringinharjo, Sulistya Atmaji, SE, bersama seluruh jajaran Pengurus Bumkal.
Agenda monev yang bertujuan mengawal akuntabilitas program dan produktivitas lahan ini dipandu secara teknis oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Dwi Endrianto, serta PIC Bumkal Ringinharjo Daya Mandiri, Hj. Riyaningsih, SE. Kehadiran Lurah dan jajaran pengurus ini menegaskan komitmen penuh jajaran aparatur kalurahan dalam menyukseskan program ketahanan pangan sebagai pilar mandiri ekonomi warga.
Sinergi internal Pemerintah Kalurahan dan Pengurus Bumkal
Lurah Ringinharjo, Sulistya Atmaji, SE, yang memimpin langsung peninjauan di lapangan menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras kelompok pengelola lahan hortikultura. Pendampingan aktif dari jajaran Pengurus Bumkal sejak tahap awal penanaman dinilai menjadi faktor utama terciptanya tata kelola kebun yang rapi dan terukur.
Pemanfaatan dana hortikultura sebesar Rp50.000.000 dari total pagu anggaran terbukti sangat efektif menstimulasi produktivitas lahan. Sektor ini terbukti mampu memproduksi 1,5 hingga 2 kuintal sayuran segar berupa gambas, timun, dan pare pada setiap siklus pemetikan yang rutin dilakukan dua hari sekali.
Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat, Dwi Endrianto, menambahkan bahwa dengan anggaran hortikultura yang efisien, hasil panen stabil ini mampu mencetak keuntungan bersih sebesar Rp300.000 hingga Rp350.000 per dua hari sekali. Evaluasi teknis menunjukkan bahwa konversi anggaran desa menjadi infrastruktur pengairan dan penyediaan pupuk organik lokal berjalan sangat tepat sasaran.
Distribusi Satu Pintu Lewat Bumkal untuk Ketahanan Wilayah
Agar tidak menjadi proyek konsumtif musiman, alokasi total Rp266.000.000 ini sengaja dibagi ke dalam tiga sektor utama yang saling terintegrasi: budidaya kambing sebesar Rp100.000.000, budidaya lele sebesar Rp116.000.000, dan hortikultura sebesar Rp50.000.000. PIC Bumkal Ringinharjo Daya Mandiri, Hj. Riyaningsih, SE, menegaskan bahwa kepastian pasar bagi para petani menjadi fokus utama hilirisasi program ini.
"Seluruh hasil panen seberat 2 kuintal setiap dua hari ini langsung diserap penuh oleh Bumkal Ringinharjo Daya Mandiri bersama rekan-rekan Pengurus Bumkal. Kami memotong jalur tengkulak agar petani mendapatkan keuntungan yang adil dan masyarakat mendapatkan pasokan sayur segar berharga murah," jelas Hj. Riyaningsih, SE. Skema bisnis hulu-hilir hortikultura yang sehat ini akan diadopsi sebagai cetak biru (blueprint) pada tata kelola sektor budidaya kambing dan lele yang saat ini tengah berjalan.
Melalui integrasi modal usaha serta komitmen kuat dari Lurah dan Pengurus Bumkal, program ketahanan pangan Ringinharjo diproyeksikan mampu menjadi motor penggerak Pendapatan Asli Kalurahan (PADes) sekaligus menjamin ketersediaan pangan yang mandiri bagi seluruh warga desa.



3 komentar: