Pajangan, 15 Oktober 2025 : Tim Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Bantul kembali menggelar Rapat Koordinasi bulanan pada Rabu (15/10) bertempat di Rumah Makan Ingkung Sor Sawo, Kapanewon Pajangan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh TPP se-Kabupaten Bantul dan menjadi ajang strategis untuk menyampaikan informasi terkini, memperkuat sinergi kerja, dan merumuskan langkah ke depan.
Sorotan
Rakor: Prestasi Desa, Penanganan Stunting, dan Penguatan Ekonomi Desa
Salah satu agenda utama rakor adalah
penyampaian hasil kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas KPM dan Pemberian
Penghargaan Desa Berkinerja Baik Tahun 2025, yang diselenggarakan oleh
Kementerian Desa PDT pada 7–10 Oktober 2025 di Jakarta. DIY patut berbangga
karena Desa Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul berhasil
meraih peringkat ke-5 nasional sebagai Desa Berkinerja Baik.
Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kalurahan, supra
Desa, KPM, TPP kabupaten Bantul, Dinas
PMK Kabupaten Bantul dan DIY.
“Prestasi ini adalah bukti bahwa pendampingan yang konsisten, dukungan pemerintah desa, dan keterlibatan aktif masyarakat bisa menghasilkan capaian luar biasa,” ujar TA PIC Bidang Sosial Budaya Kabupaten Bantul.
Sebagai tindak lanjut, seluruh TPP
diminta mulai memetakan kandidat desa potensial sejak dini sebagai persiapan
ajang penilaian 2026.
Dalam rakor juga dibahas pentingnya
konvergensi percepatan pencegahan dan penurunan stunting sebagai isu
prioritas. TPP didorong aktif mendampingi desa dalam menyusun dan melaksanakan
program integratif lintas sektor.
Bahas
SOP BUMDes dan Praktik Baik dari Wijirejo
Di bidang ekonomi desa dan ketahanan
pangan, rakor membahas draf SOP pengadaan barang dan jasa oleh BUMDes
untuk mendukung tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Sebagai inspirasi, Direktur BUMDes
Wijirejo Nyawiji, Kapanewon Pandak, membagikan pengalaman praktik baik dalam
unit usaha peternakan kambing penggemukan yang dikembangkan sebagai bagian dari
program ketahanan pangan.
“Kami memanfaatkan potensi lokal dan
mengembangkan usaha peternakan ini secara bertahap. Dengan harapan menjadi unit
usaha andalan dan mampu memberi manfaat langsung bagi warga,” ungkap Direktur
BUMDes Wijirejo Nyawiji.
Kunjungan
Langsung ke Lokasi Peternakan
Usai rapat koordinasi, kegiatan
dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke lokasi peternakan kambing milik
BUMDes Wijirejo. Seluruh peserta rakor mendapatkan kesempatan untuk melihat
langsung proses pengelolaan, pemeliharaan ternak, serta strategi pengembangan
usaha yang dilakukan oleh pengurus BUMDes.
Kunjungan ini memberikan gambaran
nyata tentang penerapan praktik ekonomi produktif berbasis desa dan diharapkan
dapat menginspirasi replikasi usaha serupa di desa lain.
“Melihat langsung di lapangan
membuka wawasan kami bahwa banyak potensi desa yang bisa dikembangkan asal ada
kemauan, kerja sama, dan pendampingan yang tepat,” ujar Koordinator TPP Bantul.
Informasi
Tambahan
Selain itu, Korprop DIY juga
menyampaikan beberapa informasi penting lainnya, seperti:
- Fasilitasi percepatan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus)
untuk kegiatan KDMP
- Monitoring dan evaluasi pendataan eHDW oleh KPM
- Inisiatif pembuatan blogspot oleh TPP sebagai
media literasi, dokumentasi, dan publikasi kegiatan pendampingan
Penutupan rakor ditandai dengan
diskusi interaktif dan penyusunan rencana tindak lanjut dari masing-masing
wilayah kerja. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara TPP, desa,
dan berbagai pihak terus bergerak menuju penguatan kapasitas desa yang mandiri
dan berkelanjutan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar