Kepala DMPK Bantul, Afiif Umahatun, mengatakan seluruh kalurahan se-Kabupaten Bantul telah menetapkan APBKal untuk pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2026, sebelum tanggal 1 Januari 2026.
Keuangan daerah
Sebagaimana kondisi keuangan daerah yang mengalami penurunan, sumber pendapatan APBKal juga mengalami penurunan yakni Dana Desa, Alokasi Dana Desa, PPBMP yang sebelumnya Rp 50 juta menjadi Rp 40 juta tiap pedukuhan, Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dan bantuan keuangan lainnya.
“Bagi kalurahan yang jumlah padukuhannya banyak, PPBMP menjadi sumber pendapatan kalurahan untuk menopang kegiatan di masing-masing padukuhan, dengan persentase minimal 40 persen untuk pengentasan kemiskinan dan stunting, dan maksimal 60 persen untuk penyelesaian permasalahan strategis tingkat per padukuhan,” kata Afif.
Kegiatan pengentasan kemiskinan, selain untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp 200 ribu per bulan, juga untuk iuran jaminan sosial (BPJS Ketenagakerjaan) yang diberikan kepada paling sedikit sepuluh orang dan boleh juga untuk Ketua RT, Ketua Kelompok Kegiatan LPMK dan relawan.
Sampai saat ini dari 75 kalurahan, sudah ada 61 kalurahan yang siap menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Jumlah peserta yang tercover saat ini sebanyak 12.900 orang.
Melampaui target
”Kalau tiap padukuhan 10 peserta BPJS Ketenagakerjaan, maka dengan 933 pedukuhan se-Bantul target peserta adalah 9.330 orang. Dan kita sudah melampaui target tersebut,” kata Afif.
Syarat mendapat tanggungan BPJS adalah kategori miskin dan miskin ekstrem serta menjadi kepala keluarga pencari nafkah utama. Adapun bidang pekerjaan nonformal seperti kuli bangunan, peternak, petani, pedagang.
Sementara terkait pengelolaan keuangan, Afif menekankan ada lima hal penting yang saling berkaitan dan harus dilaksanakan dengan baik yakni mulai perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan Pertanggungjawaban. ”Semua harus berjalan dengan baik dan berkaitan satu sama lain,” tandasnya.
Sementara Bupati mengatakan tahun 2026 adalah tahun yang penuh tantangan, terutama kemampuan menyediakan anggaran seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena adanya penurunan transfer ke daerah dan penurunan transfer ke desa, sehingga APBD sedikit menurun.
“Namun demikian, kita tidak boleh mengurangi kualitas layanan. Dalam kondisi seperti ini, seluruh lurah dan pamong harus tetap loyal kepada pelayanan publik dan kepada masyarakat, agar jalannya pemerintahan kalurahan tetap eksis serta dipercaya dan diinginkan masyarakat. Ini adalah fenomena sementara dan wajar terjadi, sehingga kita tidak perlu pesimis. Kita harus tetap optimis, karena saya yakin ke depan akan ada perubahan dan pemulihan kemampuan keuangan, baik di tingkat Pemkab maupun Pemerintah Kalurahan,” kata bupati.
Yang terpenting hari ini, lanjut dia, lurah dan pamong jangan kehilangan semangat dan optimisme. Mereka adalah orang-orang yang telah diberi amanah oleh negara, sudah dilantik dan dibaiat oleh negara, untuk tetap memberikan pelayanan yang baik dalam kondisi apa pun.
“Saya mengajak para lurah dan pamong untuk belajar dari pengalaman, baik dari pengalaman kesalahan, kegagalan, maupun keterbatasan kesempatan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Semua itu harus menjadi pelajaran untuk memperbaiki kinerja di tahun 2026. Secara umum kita baik-baik saja. Kita masih menargetkan penurunan angka kemiskinan dan terus berupaya memperbaiki layanan publik, meskipun anggaran kegiatan menurun. Walaupun APBD kita turun, kita tetap dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber non-APBD, seperti CSR, hibah dari pihak swasta, Baznas, serta dukungan lain yang tetap kita alokasikan,” katanya.
Optimalisasi sumber non-APBD didekatkan untuk program pengentasan kemiskinan, yang diharapkan dapat menurun hingga di bawah 10 persen pada tahun 2026. Saat ini posisinya masih sekitar 11 persen.
Kalurahan juga memiliki peran penting karena memiliki anggaran penanggulangan kemiskinan melalui P2BMP, yang 40 persen anggaran P2BMP dimandatkan untuk program pengentasan kemiskinan. Selain itu, kalurahan juga masih dapat memanfaatkan program lain seperti DD dan ADD meskipun jumlahnya berkurang.