Halal Bihalal TPP Bantul: Merawat Silaturahmi, Menguatkan Sinergi Kerja
Bantul — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kegiatan Halal Bihalal dan Syawalan Tenaga Pendamping Profesional (TPP) bersama lembaga kalurahan se-Kabupaten Bantul. Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Bantul ini menjadi ruang temu lintas elemen dalam merajut kembali harmoni pasca-Ramadan, sekaligus memperkuat kolaborasi kerja di tingkat desa.
Didukung oleh Bank BPD DIY, acara tersebut menghadirkan sejumlah tamu undangan penting, antara lain Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bantul, perwakilan Bank BPD DIY, serta unsur BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat.
Kepala Dinas PMK Kabupaten Bantul dalam sambutannya menekankan bahwa momentum Syawalan bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan wahana strategis untuk mempererat hubungan kerja. “Silaturahmi yang terbangun hari ini menjadi fondasi penting dalam menjaga soliditas TPP bersama pemerintah kalurahan. Dari hubungan yang harmonis, lahir koordinasi yang efektif,” ujarnya.
Halal bihalal ini juga menjadi refleksi atas dinamika kerja di lapangan yang kian kompleks. Dalam konteks itu, TPP dituntut tidak hanya adaptif terhadap kebijakan, tetapi juga mampu menjaga komunikasi yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa.
Perwakilan dari Bank BPD DIY menambahkan, dukungan terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk turut serta dalam pembangunan daerah. Sementara itu, pihak BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan menyoroti pentingnya perlindungan sosial bagi para pelaku pembangunan desa, termasuk kader dan perangkat kalurahan.
Di tengah tantangan implementasi program pemberdayaan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi penguat semangat kebersamaan. Tidak hanya sebagai ajang saling memaafkan, tetapi juga sebagai titik temu untuk menyelaraskan langkah ke depan.
Dengan semangat Syawal yang sarat makna, sinergi antara TPP, pemerintah kalurahan, dan mitra strategis diharapkan semakin kokoh. Sebab pada akhirnya, keberhasilan pembangunan desa bertumpu pada kerja bersama yang dilandasi kepercayaan dan komunikasi yang terjaga.